Kunci utama untuk memikat turis India dan China ke bisnis kita di Bali adalah dengan membedakan strategi digital mereka secara total—turis China wajib kita dekati melalui ekosistem aplikasi khusus seperti Xiaohongshu dan sistem pembayaran digital lokal mereka, sementara turis India sangat responsif terhadap Meta Ads, kedekatan budaya, serta opsi menu vegetarian. Menggunakan satu strategi yang sama untuk kedua market raksasa ini hanya akan membuat budget marketing kita habis sia-sia, karena perilaku digital dan preferensi liburan keduanya bagaikan dua dunia yang berbeda.
Sebagai sesama pelaku usaha di Bali, kita tentu paham bahwa kedua negara ini adalah pilar terbesar pariwisata pulau kita saat ini. Mari kita bedah bersama strategi taktis dan praktis agar bisnis kita bisa menjadi pilihan utama mereka.
Turis China tidak menggunakan Google, Instagram, atau Facebook dalam keseharian mereka. Mereka hidup di dalam ekosistem aplikasi mandiri yang sangat masif. Jika tempat usaha kita tidak muncul di sana, kita dianggap tidak eksis oleh mereka.
Aplikasi Xiaohongshu (sering disebut RED atau Little Red Book) adalah kombinasi antara Instagram dan TripAdvisor versi China. Generasi muda seperti Gen Z dan Milenial dari China sangat bergantung pada aplikasi ini untuk mencari referensi tempat liburan, hotel, hingga kafe estetik di Bali. Kita harus memastikan bisnis kita memiliki visual yang kuat dan fotogenik, lalu bekerja sama dengan konsumen lokal yang aktif di sana agar tempat kita direkomendasikan secara organik.
Jangan biarkan kendala pembayaran membuat mereka batal berbelanja. Wisatawan dari China sangat terbiasa dengan metode cashless berbasis QR code. Menyediakan opsi pembayaran seperti Alipay dan WeChat Pay di kasir atau sistem pemesanan online akan meningkatkan kenyamanan dan peluang transaksi di bisnis kita secara drastis.
Kemudahan akses informasi adalah hal krusial. Saat menyusun menu digital, brosur, atau petunjuk di tempat usaha, pastikan kita menggunakan terjemahan bahasa Mandarin yang baik dan akurat. Hindari menerjemahkannya secara mentah-mentah menggunakan alat penerjemah otomatis agar tidak terdengar kaku atau aneh di mata mereka.
Berbeda dengan market China, wisatawan dari India sangat aktif menggunakan platform digital yang biasa kita gunakan sehari-hari, seperti Instagram, Facebook, dan YouTube. Karakteristik mereka lebih menyukai narasi, kebersamaan, dan kenyamanan keluarga.
Kita bisa menjangkau mereka bahkan sebelum mereka terbang ke Bali dengan memanfaatkan iklan digital. Targetkan promosi kita langsung ke kota-kota besar di India yang memiliki mobilitas tinggi, seperti Mumbai, Delhi, Bangalore, dan Hyderabad. Gunakan konten video atau foto yang menonjolkan keindahan alam Bali, kemewahan yang terjangkau, atau fasilitas yang ramah untuk liburan keluarga.
Bali memiliki kemiripan ikatan budaya Hindu yang sangat kuat dengan India, dan ini bisa menjadi daya tarik emosional yang besar. Tonjolkan elemen spiritual, ketenangan pura, atau paket relaksasi yang kita miliki. Selain itu, masalah makanan adalah penentu utama bagi mereka. Jika bisnis kita bergerak di bidang kuliner, komunikasikan dengan jelas bahwa kita menyediakan pilihan menu Vegetarian, Halal, atau Jain food.
Wisatawan India sangat senang bepergian bersama keluarga besar atau dalam kelompok komunal. Kita bisa menyusun paket khusus yang bersifat bundling untuk rombongan. Karakteristik ini juga membuat Bali menjadi lokasi favorit untuk acara besar seperti pernikahan internasional, sehingga kita bisa mempromosikan kapasitas tempat kita untuk acara perayaan semacam itu.
Ketika para wisatawan ini sudah mendarat di Bandara Ngurah Rai, perjalanan riset mereka secara langsung dimulai. Kita harus siap di tahap ini.
Saat mencari tempat makan atau aktivitas secara mendadak di jalan, turis India sangat mengandalkan penilaian di Google Maps. Kita harus aktif mendorong para tamu asing yang puas dengan layanan kita untuk memberikan ulasan bintang 5, karena rating yang bagus akan langsung mengarahkan mereka ke pintu bisnis kita.
Jika kita mengarahkan iklan digital ke sebuah website, pastikan performa halaman tersebut sangat prima dengan kecepatan muat di bawah 3 detik. Optimasi visualnya agar nyaman dilihat dari smartphone. Jangan lupa berikan opsi bahasa Inggris yang jelas untuk market India dan opsi bahasa Mandarin untuk market China agar mereka langsung mendapatkan informasi yang dicari tanpa kebingungan.
Mengapa kita tidak bisa menggunakan Instagram Ads untuk mendatangkan turis dari China?
Karena platform di bawah naungan Meta seperti Instagram dan Facebook diblokir di China. Turis China menggunakan aplikasi lokal mereka sendiri seperti Xiaohongshu untuk mencari rekomendasi tempat hits atau liburan di Bali.
Apa hal paling sensitif yang perlu diperhatikan saat melayani turis dari India?
Masalah preferensi makanan. Sebagian besar turis India memiliki aturan diet yang cukup ketat, sehingga ketersediaan menu makanan yang jelas seperti opsi vegetarian atau Jain food menjadi penentu utama apakah mereka akan mengunjungi restoran kita atau tidak.
Apakah kita harus membuat website baru yang terpisah untuk kedua market ini?
Tidak perlu membuat website baru dari awal. Kita cukup mengoptimasi website yang sudah ada agar responsif di HP, mempercepat waktu muatnya, serta menambahkan opsi bahasa Mandarin dan bahasa Inggris yang jelas pada halaman informasi utama kita.
Memahami cara berpikir dan kebiasaan digital dari kedua market raksasa ini adalah langkah awal agar strategi promosi bisnis kita tidak salah sasaran. Ketika kita mampu menghadirkan kenyamanan, pilihan menu yang sesuai, serta kemudahan transaksi yang akurat, bisnis kita di Bali tentu akan menjadi pilihan utama yang selalu mereka rekomendasikan.
Jika kamu masih bingung bagaimana cara menyusun struktur iklan yang efisien, membuat halaman informasi yang cepat, atau ingin berdiskusi lebih dalam mengenai strategi digital yang tepat untuk bisnismu, yuk ngobrol santai bersama kami di Jasa Digital Ads Bali. Kita bisa petakan potensinya bersama-sama, langsung saja hubungi kami melalui https://jasadigitaladsbali.id/!
Baca juga
Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dan temukan strategi digital marketing yang sesuai, mulai dari Google Ads, Meta Ads, SEO, hingga website.