Iklan banyak klik tetapi WhatsApp sepi bisa berkaitan dengan target pengunjung, isi halaman penawaran, atau jalur kontak yang bermasalah. Sebelum menambah budget, cek apakah pengunjung berhasil membuka website, memahami layanan Anda, lalu mengirim pesan melalui tombol WhatsApp.
Kami menyarankan pemeriksaan dari alur paling sederhana: klik iklan → buka halaman → klik WhatsApp → kirim pesan. Dengan memisahkan setiap tahap, kita bisa mencari bagian yang perlu diperbaiki tanpa langsung mengubah seluruh kampanye.
Klik iklan dan chat masuk adalah dua tindakan berbeda. Pengunjung bisa mengeklik iklan tanpa selesai membuka website. Pengunjung juga bisa membuka WhatsApp, tetapi belum mengirim pesan.
Saat membaca laporan, bedakan angka berikut:
| Tahap | Apa yang dicatat |
|---|---|
| Klik tautan iklan | Tindakan mengeklik tautan |
| Kunjungan halaman tujuan | Halaman penawaran berhasil dimuat |
| Klik tombol WhatsApp | Tindakan menekan tombol kontak |
| Chat masuk | Pesan yang benar-benar diterima |
| Booking atau transaksi | Hasil bisnis setelah percakapan |
Jika klik terlihat tinggi, periksa dulu jenis klik yang dihitung. Jangan langsung mengartikannya sebagai jumlah calon pelanggan yang sudah membaca penawaran.
Gunakan rentang tanggal yang sama saat membandingkan laporan iklan, kunjungan website, dan catatan chat. Periksa juga apakah pencatatan tombol WhatsApp terpasang ganda sehingga satu tindakan tercatat lebih dari sekali.
Pesan iklan yang terlalu umum bisa menarik kebutuhan yang berbeda dari layanan Anda.
Misalnya, Anda menawarkan rental mobil dengan sopir di Bali. Jika iklan hanya menyebut “Rental Mobil Bali”, pengunjung yang membutuhkan sewa lepas kunci juga mungkin mengeklik.
Coba periksa kembali:
Untuk Google Ads, lihat istilah penelusuran yang memicu iklan. Untuk Meta Ads, evaluasi audiens, materi iklan, dan tujuan kampanye yang digunakan.
Dari sini, kita bisa memperjelas pesan sebelum calon pelanggan mengeluarkan waktu untuk membuka halaman.
Bayangkan Anda mengeklik iklan “Paket Private Tour Ubud”, tetapi masuk ke halaman yang berisi seluruh layanan wisata. Anda masih harus mencari paket yang tadi menarik perhatian.
Periksa apakah pengalaman seperti ini terjadi pada iklan Anda.
Halaman tujuan sebaiknya langsung menjelaskan layanan yang diiklankan, cakupan penawaran, area layanan, serta langkah untuk bertanya atau memesan. Sertakan harga, harga mulai, atau cara meminta estimasi sesuai kebutuhan bisnis.
Untuk layanan tour, pengunjung mungkin perlu melihat itinerary dan fasilitas. Untuk jasa renovasi, contoh pekerjaan dan cakupan layanan bisa menjadi informasi awal yang relevan.
Gunakan kebutuhan tersebut untuk menentukan isi halaman. Setelah penawarannya jelas, ajakan menghubungi WhatsApp akan terasa lebih masuk akal.
Buka halaman yang digunakan dalam iklan melalui HP dengan koneksi seluler. Coba jalani prosesnya seperti calon pelanggan yang baru mengenal usaha Anda.
Perhatikan apakah:
Jika menemukan kendala, mulai dari perbaikan yang terlihat: mengecilkan ukuran gambar, mengurangi elemen yang tidak diperlukan, atau merapikan bagian atas halaman.
Tujuannya sederhana: pengunjung bisa memahami penawaran dan melanjutkan ke kontak tanpa kebingungan.
Tombol “Hubungi Kami” sudah menunjukkan jalur kontak. Namun, Anda bisa membuat langkah berikutnya lebih jelas dengan menyesuaikan teks tombol.
Contohnya:
| Jenis usaha | Teks tombol |
|---|---|
| Villa | Cek Ketersediaan Villa |
| Tour dan travel | Tanya Jadwal & Harga Tour |
| Rental mobil | Cek Mobil untuk Tanggal Anda |
| Jasa renovasi | Diskusikan Kebutuhan Renovasi |
Tambahkan penjelasan singkat di dekat tombol, seperti:
Kirim tanggal perjalanan dan jumlah peserta agar kami bisa membantu mengecek pilihan paket yang sesuai.
Pastikan penjelasan tersebut sesuai dengan proses pelayanan yang benar-benar Anda jalankan.
Sebelum bertanya, pengunjung perlu mengenali bisnis dan memahami apa yang ditawarkan.
Cek apakah halaman Anda sudah menyediakan foto asli, portofolio, testimoni autentik, identitas bisnis, dan proses pemesanan yang jelas.
Sesuaikan bukti dengan kebutuhan calon pelanggan. Untuk jasa renovasi, tampilkan hasil pekerjaan sebelumnya. Untuk villa, perjelas foto, lokasi, kapasitas, serta fasilitas.
Tidak perlu memasukkan semua informasi ke satu bagian. Tempatkan informasi yang paling membantu di dekat penawaran atau tombol kontak.
Jangan berhenti setelah tombol berhasil membuka aplikasi. Kirim pesan uji dan pastikan pesan tersebut masuk ke nomor bisnis yang benar.
Periksa nomor tujuan, format kode negara, dan isi pesan otomatis. Pastikan tombol juga tidak tertutup elemen lain pada layar HP.
Pesan pembuka bisa dibuat sederhana:
Halo, saya ingin bertanya tentang paket private tour Bali untuk tanggal …
Berikan ruang bagi calon pelanggan untuk melanjutkan percakapan tanpa harus mengisi terlalu banyak informasi di awal.
Gunakan hasil pemeriksaan untuk memilih langkah berikutnya:
Kami menyarankan perubahan bertahap agar hasilnya lebih mudah dievaluasi. Perbaiki kendala teknis terlebih dahulu, lalu tinjau pesan iklan dan halaman penawaran sebelum mempertimbangkan tambahan budget.
Banyak klik menunjukkan adanya interaksi, tetapi belum menjelaskan hasil bisnisnya. Periksa juga chat relevan, booking, atau transaksi sesuai tujuan iklan Anda.
Cek alur dari klik sampai pesan masuk terlebih dahulu. Tambahan budget belum menyelesaikan masalah jika nomor tujuan salah, halaman sulit digunakan, atau penawaran kurang jelas.
Mulai dari tombol WhatsApp dan halaman versi HP. Setelah itu, periksa kesesuaian area layanan, bahasa iklan, dan penawaran dengan pelanggan yang ingin Anda jangkau.
Kalau Anda sedang mengalami masalah ini, kita bisa mulai dari halaman tujuan iklan dan kendala yang paling terasa. Di Jasa Digital Ads Bali, kami membantu membahas kebutuhan iklan dan website agar langkah perbaikannya sesuai dengan kondisi bisnis Anda.
Baca juga
Ceritakan kebutuhan bisnis Anda. Kami bantu urutkan langkah promosi online yang paling relevan.